Etika Politik dan Psikologi

Kali ini saya akan membahas tentang etika politik dan psikologi, pertama-tama mari kita bahas dulu apa itu etika, politik dan psikologi.

Pengertian Etika
Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-aaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah suatu ilmu yang menbahasa tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral terntentu atau  bagaimana kita haru mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral (Suseno, 1987). Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang  berlaku bagi setiap tindakan manusia, sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai kehidupan manusia (Suseno, 1987). Etika khusus dibagi menjadi etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendir dan etika sosial merupakan keawajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup  bermasyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.

Pengertian Politik
Pengertian politik berasal dari kata Politics yang memiliki makna bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses tujuan penentuan-penentuan tujuan dari sistem itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan atau decisions making mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu yang menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang dipilih. Untuk pelaksanaan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan umum atau public policies, yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau distributions dari sumber-sumber yang ada. Untuk melakukan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu diperlukan suatu kekuasaan (power), dan kewenangan (authority) yang akan dipakai baik untuk membina kerjasama maupun menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses ini.
Cara-cara yang dipakai dapat bersifat persuasi, dan jika perlu dilakukan suatu pemaksaan (coercion). Tanpa adanya suatu paksaan kebijaksanaan ini hanya merupakan perumusan keinginan belaka (statement of intents) yang tidak akan pernah terwujud. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals), dan bukan tujuan pribadi seseorang (privat goals). Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.

Etika Politik
Sebagai salah satu cabang etika, khususnya etika politik termasuk dalam lingkungan filsafat. Filsafat yang langsung mempertanyakan praksis manusia adalah etika. Etika mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia. Ada bebagai bidang etika khusus, seperti etika individu, etika sosial, etika keluarga, etika profesi, dan etika pendidikan dalam hal ini termasuk etika politik yang berkenaan dengan dimensi politis kehidupan manusia. Etika berkaitan dengan norma moral, yaitu norma untuk mengukur betul salahnya tindakan manusia sebagai manusia. Dengan demikian, etika politik mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan bukan hanya sebagai warga Negara terhadap Negara, hukum yang berlaku dan lain sebagainya. Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi, prasangka dan apriori, melainkan secara rasional objektif dan argumentative. Etika politik tidak langsung mencampuri politik praktis. Tugas etika politik membantu agar pembahasan masalah-masalah idiologis dapat dijalankan secara obyektif. Hukum dan kekuasaan Negara merupakan pembahasan utama etika politik. Hukum sebagai lembaga penata masyarakat yang normatif, kekuasaan Negara sebagai lembaga penata masyarakat yang efektif sesuai dengan struktur ganda kemampuan manusia (makhluk individu dan sosial). Jadi etika politik membahas hukum dan kekuasaan. Prinsip-prinsip etika politik yang menjadi titik acuan orientasi moral bagi suatu Negara adalah adanya cita-cita The Rule Of Law, partisipasi demokratis masyarakat, jaminan ham menurut kekhasan  paham kemanusiaan dan struktur kebudayaan masyarakat masing-masing dan keadaan sosial.

Legitimasi Kekuasaan
Pokok permasalahan etika politik adalah legitimasi etis kekuasaan. Sehingga penguasa memiliki kekuasaan dan masyarakat berhak untuk menuntut pertanggung jawaban. Kewibawaan penguasa yang paling meyakinkan adalah keselarasan sosial, yakni tidak terjadi keresahan dalam masyarakat. Segala bentuk kritik, ketidakpuasan, tantangan, perlawanan, dan kekacauan menandakan bahwa masyarakat resah. Sebaliknya, keselarasan akan tampak apabila masyarakat merasa tenang, tentram dan sejahtera. Jadi secara etika  politik seorang penguasa yang sesungguhnya adalah keluhuran budinya.

Penerapan psikologi dalam bidang politik
Membahas penerapan psikologi sosial dalam bidang politik sebenarnya membutuhkan dasar-dasar mengenai konsep psikologi secara umum terlebih dahulu. Psikologi merupakan ilmu yang mengamati tentang perilaku. Apabila ini dihubungkan dengan psikologi sosial, maka fokus dari pengamatan perilaku tersebut tentu ada pada kehidupan sosial. Lebih menariknya lagi, ruang lingkup dalam psikologi tersebut termasuk luas. Salah satunya juga melingkupi di bidang politik yang ada.

Psikologi sosial ketika disangkutpautkan dengan bidang politik tentu akan memiliki hubungan yang cukup luas, terutama mengenai bagaimana pengamatan psikologi sosial itu sendiri di dunia perpolitikan. Tanpa menunggu lebih lama lagi, berikut adalah beberapa macam contoh dari psikologi sosial yang diterapkan dalam bidang politik:

1. Penetapan Kebijakan
Kebijakan politik pada saat akan ditetapkan biasanya juga memandang psikologi sosial. Penerapan psikologi sosial digunakan lebih kepada pendekatan pada masyarakat luas untuk menerima kebijakan tersebut dengan bertahap. Secara pelan namun pasti, bila pendekatan yang dilakukan tepat maka kebijakan tersebut bisa diterima dengan baik. Namun bila pendekatan yang ada menyalahi atau memasuki ranah latar belakang kebudayaan orang lain, tentu saja ini akan menyebabkan permasalahan tersendiri.

2. Kasus Korupsi
Kasus korupsi merupakan salah satu fenomena psikologi sosial yang bisa diamati pula di bidang politik. Ada banyak sekali kasus korupsi yang mungkin hingga saat ini pun masih berjalan namun tidak kita ketahui. Yang jelas, kasus korupsi dipicu oleh motif tertentu dari pelaku. Psikologi sosial mengamati hal ini sebagai sesuatu yang memang bisa diamati secara langsung.

3. Adaptasi Budaya
Perbedaan budaya antara wilayah satu dengan yang lain kadang berimbas pada kepercayaan politik yang ada. Umumnya ini juga dipengaruhi oleh beberapa macam hal terkait dengan sistem politik yang sudah ada di wilayah tersebut sebelumnya. Melalui penerapan psikologi sosial yang tepat, proses adaptasi budaya ini bisa berlangsung dengan baik.

itu dia kutipan yang sudah saya buat, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. terimakasih


sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Internet?

HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN