Ibu Sarinah. Pedagang Cendol
Dalam kondisi ekonomi yang tidak terlalu beruntung, banyak
orang yang dapat melakukan apapun demi bisa membuat dapur ngebul, supaya dapat
menjaga keberlangsungan hidup. Makan adalah
hal pokok dalam kehidupan manusia. Untuk bertahan hidup, tentu harus makan,
untuk memenuhi gizi, nutrisi dan tenaga yang diperlukan oleh tubuh. Jika tidak
segera memenuhi kebutuhan pokok tersebut, tubuh manusia pasti tidak akan
bertahan lama, karena kehabisan tenaga.
Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang.
Seperti kerja serabutan, kerja kasar ataupun berdagang. Berbagai jenis
pekerjaaan itupun memiliki variasi lagi, termasuk berdagang. Berdahang cendol
adalah salah satunya. Minuman yang sangat pas untuk diminum saat panas ini
karena menyegarkan, pastilah banyak peminatnya.
Salah satu pedagang tersebut adalah Ibu Sarinah, pedagang
cendol di sebuah pasar di daerah Bintaro. Saat ini Ibu Sarinah sudah berusia 66
tahun. Ibu Sarinah sudah 30 tahun berjualan cendol untuk membantu ekonomi
keluarga. Beliau saat ini bekerja seorang diri karena suaminyajuga sedang
sakit, alhasil selain untuk membantu ekonomi, uangnya pun juga untuk berobat
sang suami. Semua pekerjaan dari persiapan hingga berdagang dilakukan sendiri
oleh Ibu Sarinah. Hasil yang didapat pun juga harus dicukupkan, dibagi rata
untuk biaya hidup dan biaya pengobatan.
Ibu Sarinah adalah salah satunya, masih banyak orang di luar
sana yang juga bekerja membanting tulang demi sesuap nasi untuk keluarganya,
pekerjaan apapun dilakoni asal menghasilkan. Tidak semua dapat hidup enak
dengan pekerjaan mentereng dan gaji besar serta fasilitas mewah. Mereka yang
tidak seberuntung itupun, harus mengadu nasib dengan melakukan pekerjaan
lainnya.
Komentar
Posting Komentar