Artificial Intelligence dan Sistem Pakar
Definisi Artificial Intelligence
Artificial Intelligence merupakan representasi pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi berbasis komputer dan menjadikannya sebagai perangkat teknologi cerdas yang memilik kemampuan menyelesaikan aktivitas atau kinerja persis dengan kemampuan manusia. Perangkat teknologi cerdas itu kemudian dikembangkan lagi dalam ragam bentuk dan jenis sesuai dengan kebutuhannya. Bidang-bidang yang telah mempergunakan perangkat teknologi cerdas dalam aktivitasnya biasanya produktivitasnya akan meningkat dan menjadikan semuanya efisien, efektif, dan biaya ekonomis (Jamaludin, dkk., 2020).
Tujuan Artificial Intelligence
Winston dan Prendergast (dalam Micro Data Indonesia, 2019) menyatakan bahwa tujuan kecerdasan buata antara lain yaitu:
- Membuat mesin menjadi lebih pintar
- Memahami apa itu kecerdasan
- Membuat mesin lebih berguna.
Sistem Pakar dalam Artificial Intelligence
Bidang ilmu ini mempelajari bagaimana membangun sistem atau komputer yang memiliki keahlian untuk memecahkan masalah dan menggunakan penalaran dengan meniru atau mengadopsi keahlian yang dimiliki oleh pakar. Dengan sistem ini, permasalahan yang seharusnya hanya bisa diselesaikan oleh para pakar/ahli, dapat diselesaikan oleh orang biasa/awam. Sedangkan, untuk para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitas mereka sebagai asisten yang seolah-olah sudah mempunyai banyak pengalaman.Sedangkan definisi lain dari sistem pakar menurut Turban (1995) adalah sistem berbasis komputer yang dapat ditampilkan dengan dua lingkungan, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi (runtime). Lingkungan pengembangan digunakan oleh ES builder untuk membangun komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh user nonpakar untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Lingkungan ini dapat dipisahkan setelah sistem lengkap.
Contoh Sistem Pakar
Sistem Pakar Diagnosa Jenis Gangguan Jiwa Skizofrenia Menggunakan Kombinasi Metode Forward Chaining dan Certainty Factor
· Fokus Data (SIA)
Gangguan jiwa terbagi menjadi gangguan jiwa berat dan ringan, salah satu jenis gangguan jiwa berat yaitu gangguan jiwa skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang mana mempengaruhi kemampuan otak pada manusia, mempengaruhi fungsi normal kognetif, emosional serta tingkah laku. Gangguan jiwa skizofrenia terbagi menjadi lima jenis yaitu skizofrenia paranoid, skizofrenia simplek, skizofrenia katatonik, skizofrenia hebrefenik dan skizofrenia residual. Salah satu cara untuk menentukan diagnose jenis skizofrenia pada pasien dengan cara konseling.
· Fokus Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Fokus sistem pendukung keputusan dalam penelitian ini menggunakan kombinasi metode forward chaining dan certainty factor.
· Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Sistem pakar dalam penelitian ini menggunakan metode forward chaining yang berfungsi sebagai mesin inferensi aturan di dalam sistem. Dan menggunakan certainty factor yang berfungsi sebagai pemberi nilai kepercayaan pada sebuah aturan. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode forward chaining dan certainty factor untuk menghasilkan sistem pakar diagnose penyakit jenis gangguan jiwa skizofrenia sehingga dapat membantu ahli kejiwaan dalam mengambil keputusan diagnose terhadap pasien secara cepat dan akura
- Forwad Chaining :
Mekanisme inferensi dengan menggunakan sistempakar metode forward chaining dapat dilihat pada gambar 4
- Certainty Factor : Pada pengimplementasian sistem pakar menggunakan metode certainty factor (CF), setiap aturan memiliki nilai CF yang melekat pada evidence dan rule
- Implementasi
Sistem : Ini meurpakan tahap dimana melakukan implementasi dari hasil analisa
pada bab dan sub bab sebelumnya ke dalam sebuah sistem. Pada penelitian ini,
implementasi menggunakan Bahasa pemrograman HTML, CSS, PHP serta MYSQL.
Sumber :
Diakses melalui http://microdataindonesia.co.id/news/read/223/pengertian-artificial-intelegence-tujuan-kelebihan-kekurangannya
Jamaludin, dkk. (2020). Tren teknologi masa depan. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Turban, E. (1995). Decision Support and Expert Systems.Universitas Michigan: Prentice Hall.
Windarsyah, Khatimi, H., & Maulana, R. (2017). Sistem Pakar Diagnosa Jenis Gangguan Jiwa Skizofrenia Menggunakan Kombinasi Metode Forward Chaining dan Certainty Factor. JTIULM. 2 (2), 21-28.

Komentar
Posting Komentar