Artificial Intelligence
Apa itu Artificial
Intelligence ?
Artificial
Intelligence biasa disebut sebagai kecerdasan buatan adalah salah satu bagian
dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana cara membuat mesin (komputer)
yang dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia
bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.
Menurut John McCarthy (1956) Artificial Intelligence adalah untuk
mengetahui dan memodelkan proses–proses berpikir manusia dan mendesain mesin
agar dapat menirukan perilaku manusia. Cerdas, berarti memiliki pengetahuan
ditambah pengalaman, penalaran (bagaimana membuat keputusan dan mengambil
tindakan), moral yang baik.
Sejarah Artificial
Intelligence
Pada
awal abad 17, Rene Descartes mengemukakan
bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang
rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin
penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin
penghitung mekanis yang dapat diprogram. Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia
Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan
"Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas " pada 1943
yang meletakkan fondasi untuk jaringan saraf.
Tahun
1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja
ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan
naskah yang ditulis oleh Christopher
Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz.
John McCarthy membuat istilah "kecerdasan buatan " pada konferensi
pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga
menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan "Turing test" sebagai sebuah cara untuk
mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan
psikoterapi Rogerian.
Selama
tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan
kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam
program Macsyma, program
berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons,
yang mendemostrasikan batas jaringan saraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan
bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan
kekuatan sistem
berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam
diagnosa dan terapi medis yang kadang kala disebut sebagai sistem pakar
pertama. Hans Moravec mengembangkan
kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang
kusut secara mandiri.
Pada
tahun 1980-an, jaringan saraf digunakan secara meluas dengan algoritme
perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada
1974. Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield menggunakan
teknik-teknik statistika untuk menganalisis sifat-sifat penyimpanan dan
optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton,
melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun
1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritme
pembelajaran propagansi balik (Back-Propagation learning). Algoritme ini berhasil
diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi.
Tahun
1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi
berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan
catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam
sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan
melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama
telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada
pemerintah AS.
Hubungan Artificial
Intelligence dengan Kognisi Manusia
Artificial Intelligence adalah ilmu
komputer yang membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan
sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan lebih baik daripada manusia dan dapat
menirukan perilaku manusia.
Kognisi manusia adalah suatu proses mental atau suatu aktivitas pikiran
manusia untuk mengetahui dan memahami suatu informasi yang didapat dari
lingkungan sekitarnya. Dari proses kognisi manusia, kita dapat berpikir
bagaimana caranya kita dapat meemanfaatkan teknologi yang afa untuk membuat
mesin yang bisa membantu kita yang dapat memudahkan kita mengetahui serta
memahami suatu informasi dan dapat pula membantu kita dalam melakukan
pekerjaan.
Dengan cara seperti ini, kita dapat melihat bagaimana cara kerja
kecerdasan buatan dan kognisi manusia. Dimana kognisi manusia menerima sebuah
stimulus kemudian diproses lalu menghasilkan sebuah respon. Sedangkan
kecerdasan buatan menerima sebuah input yang diproses dan kemudian mengeluarkan
sebuah output berupa keputusan. Dari cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi
manusia itu dapat dilihat bahwa itu hampir sama. Bagaimanapun kecerdasan buatan
dibuat oleh manusia itu sendiri, melalui proses berpikir manusia.
Kelebihan Artificial
Intelligence
1. Lebih bersifat permanen. Kecerdasan
alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa. Kecerdasan buatan tidak berubah
selama sistem komputer & program tidak mengubahnya.
2. Lebih mudah diduplikasi &
disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari 1 orang ke orang lain
membutuhkan proses yang sangat lama & keahlian tidak akan pernah dapat
diduplikasi dengan lengkap. Jadi jika pengetahuan terletak pada suatu sistem
komputer, pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut & dapat
dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain.
3. Lebih murah. Menyediakan layanan
komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan mendatangkan seseorang untuk
mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama. Bersifat
konsisten karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer
sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
4. Dapat didokumentasi. Keputusan yang
dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap
aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk
direproduksi.
5. Cara kerja lebih cepat.
6. Hasil lebih baik.
Kekurangan Artificial
Intelligence
1. Membuat kinerja manusia menjadi
menurun dalam berbagai bidang pekerjaan, sebab telah terganti oleh kecerdasan
buatan.
2. Kemampuan kecerdasan buatan terbatas,
artinya sistem itu terbatas dapat melakukan hal tertentu, tidak dapat melakukan
hal yang lebih seperti manusia.
Sumber:
Diakses melalui https://www.merdeka.com/jatim/artificial-intelligence-adalah-kecerdasan-entitas-ilmiah-pahami-pengertiannya-kln.html?page=all
Diakses melalui https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan
Diakses melalui http://microdataindonesia.co.id/news/read/223/pengertian-artificial-intelegence-tujuan-kelebihan-kekurangannya

Komentar
Posting Komentar