SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

(Bedah Jurnal)

 


Hubungan Polimorfisme SNP8NRG433E1006 Gen Neuregulin 1 (NRG1) dengan Skizofrenia pada Etnik Jawa

·         Fokus Data (SIA)

Skizofrenia merupakan salah satu dari gangguan kejiwaan yang berat disertai dengan disorganisasi atau kemunduran fungsi kepribadian sehingga menyebabkan disability (ketidakmampuan) dan mengakibatkan penderita menjadi beban keluarga dan masyarakat. Bebagai studi mengemukakan peran genetic dan menyimpulkan heritabilitas mencapai 70-85% dan keluarga inti memiliki peningkatan resiko 5-10 kali lebih tinggi untuk menderita skizofrenia dibanding dengan populasi umum. Penelitian yang dilakukan oleh Thomson dkk, berhasil mengidentifikasi neuregulin 1 (NRG1) sebagai salah satu gen yang bertanggungjawab untuk kelainan skizofrenia pada populasi Skotlandia.

 

·         Fokus Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Penelitian ini menggunakan metode penelitian case control yang mencakup bidang ilmu genetika dan kedokteran jiwa. Penelitian dilakukan selama kurun waktu Januari 2016 hingga April 2017 di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Amino Gondohutomo Semarang dan Center for Biomedical Research (CEBIOR), Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang. Sebanyak 30 pasien yang telah didiagnosis skizofrenia dalam kelompok kasus dan 30 pasien etnik Jawa di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang ditentukan secara acar sebagai kelompok control. Sampel darah vena dari subjek penelitian kemudian diisolasi DNA menggunakan metode salting out.

 

·         Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)

Setelah sampel darah vena dari subjek penelitian diisolasi DNAnya menggunakan metode salting out, lalu dikuantifikasi konsentrasi DNAnya menggunakan nanodrop NanoVue™ Plus GE Healthcare Bio-Sciences AB (UK). Dari DNA yang telah diisolasi itu kemudian dilakukan amplifikasi polymerase chain reaction (PCR) dasar dan dilanjutkan dengan nested PCR. Tahap selanjutnya adalah sekuensing DNA menggunakan Big Dye Terminator Cycle Sequencing Reactions. Hasil amplifikasi tersebut dipurifikasi dengan kolom DyeEx (Quiagen) dan sekuens DNA dianalisis menggunakan mesin 3130 Genetic Analyser (Applied Biosystem). Sekuens dan antisens dianalisis dengan memakai software Chromas 2.4 dan dibandingkan dengan sekuens gen NRG1 (wild-type). Hubungan polimorfisme SNP8NRG433E1006 gen NRG1 dengan skizofrenisa dianalisis memakai Fisher’s Exact Test. 

Software Chromas 2.4
 

NanoVue™ Plus GE Healthcare Bio-Sciences AB

 

 

Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Minum Obat pada Pasien Skizofrenia yang sedang Rawat Jalan

·         Fokus Data (SIA)

Pada tahap gangguan jiwa menurut DSM V dari American Psychiatric Association (APA), skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa berat. Salah satu teori menjelaskan penyebab gangguan jiwa ini adalah kelainan dari regulasi dopamine, sehingga pengobatan yang bersifat antagonis dopamine akan menurunkan gejala pasien. Pengobatan ini berfokus pada pengurangan gejala psikosis dengan cepat pada fase akut, perpanjangan periode relaps dan pencegahan pengulangan gejala yang lebih buruk. Selain itu, pada pengobatan yang teratur pasien dapat kembali ke lingkungan sosialnya dalam waktu yang lebih cepat. Keteraturan minum obat adalah perilaku yang harus dijalani oleh penderita skizofrenia rawat jalan untuk memperpanjang periode relaps. Namun sayangnya banyak penderita yang tidak teratur minum obat yang salah satunya dikarenakan kurangnya dukungan dari faktor sosial seperti kurangnya dukungan dari keluarga maupun lingkungan terhadap diri penderita, juga karena adanya efek samping obat bagi penderita.

 

·         Fokus Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang anggota keluarga penderita skizofrenia. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan ialah wawancara.

 

·         Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)

Fokus konsultasi atau sistem pakar penelitian dari dukungan keluarga terhadap perilaku minum obat pada pasien skizofrenia yang sedang rawat jalan pada penelitian ini dianalisa dengan cara mengorganisasi data, melakukan koding, melakukan intepretasi lalu membuat kategorisasi

Visual Code Studio (aplikasi coding)


 

Sistem Pakar Diagnosa Jenis Gangguan Jiwa Skizofrenia Menggunakan Kombinasi Metode Forward Chaining dan Certainty Factor

·         Fokus Data (SIA)

Gangguan jiwa terbagi menjadi gangguan jiwa berat dan ringan, salah satu jenis gangguan jiwa berat yaitu gangguan jiwa skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang mana mempengaruhi kemampuan otak pada manusia, mempengaruhi fungsi normal kognetif, emosional serta tingkah laku. Gangguan jiwa skizofrenia terbagi menjadi lima jenis yaitu skizofrenia paranoid, skizofrenia simplek, skizofrenia katatonik, skizofrenia hebrefenik dan skizofrenia residual. Salah satu cara untuk menentukan diagnose jenis skizofrenia pada pasien dengan cara konseling.

 

·         Fokus Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Fokus sistem pendukung keputusan dalam penelitian ini menggunakan kombinasi metode forward chaining dan certainty factor.

 

·         Fokus Konsultasi (Sistem Pakar) 

Sistem pakar dalam penelitian ini menggunakan metode forward chaining yang berfungsi sebagai mesin inferensi aturan di dalam sistem. Dan menggunakan certainty factor yang berfungsi sebagai pemberi nilai kepercayaan pada sebuah aturan. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode forward chaining dan certainty factor untuk menghasilkan sistem pakar diagnose penyakit jenis gangguan jiwa skizofrenia sehingga dapat membantu ahli kejiwaan dalam mengambil keputusan diagnose terhadap pasien secara cepat dan akurat.

 

Ø  Forwad Chaining : Mekanisme inferensi dengan menggunakan sistempakar metode forward chaining dapat dilihat pada gambar 4



Ø  Certainty Factor : Pada pengimplementasian sistem pakar menggunakan metode certainty factor (CF), setiap aturan memiliki nilai CF yang melekat pada evidence dan rule.

Ø  Implementasi Sistem : Ini meurpakan tahap dimana melakukan implementasi dari hasil analisa pada bab dan sub bab sebelumnya ke dalam sebuah sistem. Pada penelitian ini, implementasi menggunakan Bahasa pemrograman HTML, CSS, PHP serta MYSQL.


 

Video :




Sumber :

Minarni, Lia & Sudagijono J., S. (2015). Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Minum Obat pada Pasien Skizofrenia yang sedang Rawat Jalan. Jurnal Experientia. 3 (2), 13-22.

Rudianto, C., C., Brajadenta, G., S., Fitrikasari, A., & Winarni, T., I. (2018). Hubungan Polimorfisme SNP8NRG433E1006 Gen Neuregulin 1 (NRG1) dengan Skizofrenia pada Etnik Jawa. Global Medical and Health Communication. 6 (1), 49-56.

Windarsyah, Khatimi, H., & Maulana, R. (2017). Sistem Pakar Diagnosa Jenis Gangguan Jiwa Skizofrenia Menggunakan Kombinasi Metode Forward Chaining dan Certainty Factor. JTIULM. 2 (2), 21-28.

https://youtu.be/PrtFMbmoWPQ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Internet?

HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN