BULLY FREE ZONE
Manusia dengan Penderitaan
Banyak sekali contoh hubungan dari manusia dengan penderitaan. Salah satunya yaitu Bullying. Apa itu Bullying? Bullying atau penindasan adalah tindakan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.
Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :
1.
Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong,
meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi,
dan mencuri barang.
2.
Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip,
mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang,
mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan
menghancurkan reputasi seseorang.
3.
Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki
dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan
(exampel : "Eh ada sih pincang lewat").
4.
Cyberbullying adalah saat seseorang dihina-hina, diteror
di media sosial atau melalui SMS, email dan telepon
Budaya bullying
dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari
mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
§ Contoh Kasus
Untuk contoh kasus bullying yang terjadi, saya akan memilih
salah satu contoh kasus yang pernah terjadi di kehidupan saya. Itu semua
dimulai ketika saya memasuki bangku kelas 2 SD, saya bertemu dengan seorang
teman baru, sebut saja Mawar. Pada dasarnya Mawar adalah anak yang baik namun
memang anaknya gampang marah dan susah untuk mengkontrol amarahnya jika dia
kesal. Tapi walau begitu kita sering bermain bersama dan itu sangatlah
menyenangkan. Namun seiring berjalannya waktu, sikapnya benar-benar sangat
menyebalkan, dia sering sekali menyuruh-nyuruhku membawakan tasnya atau
barang-barangnya atau menyuruhku membelikan dia jajanan namun aku berfikir itu
adalah hal biasa yang memang dilakukan oleh seorang teman namun lama lama itu
menjadi hal yang menyebalkan dan dia sering mengataiku dengan kata kata kasar
seperti “Kamu bodoh sekali! Masa gitu saja tidak bisa” atau “Kamu gaberguna!” atau
“Kamu itu jelek! Tidak sepertiku” dan lain sebagainya. Dia juga sesekali
berbuat kasar kepadaku, seperti mendorongku dan mencubit. Pada suatu hari, dia
pernah mengataiku di depan teman temanku bahwa aku menderita gizi buruk karena
aku memiliki badan yang sangat kurus. Aku menolak perkataannya dengan berkata “aku
tidak menderita gizi buruk!” tapi dia malah marah dan berkata “lihat saja
tubuhmu! Kurus gaada daging. Itu sudah pasti gizi buruk!” sejak perkataan itu
terlontar dari mulutnya, aku langsung berlari ke kamar mandi dan menangis. Sejak
saat itu yang paling sering ku lakukan adalah menangis dan bersabar. Ketika aku
mencoba untuk memiliki teman-teman baru dan teman-teman baruku memang lebih
baik daripada Mawar, Mawar malah melarangku untuk berteman dengan mereka.
Teman-teman baruku ini mencoba menolongku tetapi Mawar malah bersikap kasar
juga kepada mereka dan mengancamku. Oleh sebab itu aku tidak bermain lagi
dengan teman-teman baruku dan memilih untuk mengikuti perkataan Mawar. Pada
akhirnya aku mencoba memberanikan diri untuk bercerita kepada teman-temanku
yang lain dan pada akhirnya teman-temanku yang lain ikut membantuku ketika Mawar
melakukan hal buruk padaku, sehingga aku tidak begitu takut pada Mawar karena
aku masih memiliki teman-teman yang baik.
If I insulted anyone in any way with this story I am so
sorry and I want to say to the people who have had much worse than this that
you are special and you do matter. everyone plays a part in this crazy life but
we need to live it cause in the end, things will get better. And I'm not just
saying that! And if you’re being bullied, then tell your guidance counselor or
your parents or anyone that you can trust! Because you can't keep going on like
this! Trust me, they'll know how to help. I give my love and respect to you! You are not
alone. don't let the other people get you down.
§ Faktor-faktor
penyebab bullying
Ada berbagai faktor mengapa kasus
bullyng bisa terjadi. Faktor-faktor tersebut bisa di kelompokka menjadi 2,
diantaranya yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a.
Faktor Internal
Faktor
internal yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam diri pelaku,misalnya
faktor psikologis. Gangguan psikologis seperti gangguankepribadian ataupun
gangguan emosi bisa disebabkan karena berbagaimasalah yang dihadapi oleh
seorang anak. Banyak pelaku bullying dipengaruhi oleh faktor psikologi. Tetapi
umumnya perilaku bullying mereka dipengaruhi oleh toleransi sekolah atas
perilaku bullying , sikap guru, dan faktor lingkungan yang lain. Selain
itu, lingkungan keluarga juga mempengaruhi perilaku bullying. Bully biasanya
berasal dari keluargayang memperlakukan mereka dengan kasar (Craig, Peters
&Konarski,1998, dan Pepler & Sedighdellam, 1998, dalam Sciarra
(2004;353).
b.
Faktor Eksternal
Faktor
eksternal yang memicu terjadinya bullying ada bermacam-macam,seperti contohnya
pengaruh lingkungan (teman sebaya), keluarga yangkurang harmonis, faktor
ekonomi keluarga, dan acara televisi yang kurang mendidik serta kecanggihan
teknologi pada era globalisasi ini yang sangatmungkin memicu terjadinya cyber
bullying. Alasan yang paling jelas mengapa seseorang menjadi pelaku bullying adalah
bahwa pelaku bullying merasakan kepuasan apabila ia “berkuasa” di kalangan
teman sebayanya. Selain itu, tawa teman-temansekelompoknya saat ia
mempermainkan sang korban memberikan penguatan terhadap perilaku
bullying nya (Tim Yayasan Semai JiwaAmini, 2008; 14)
Terjadinya bullying (Salmivalli
dan kawan-kawan, 1996) merupakan proses dinamika kelompok dan didalamnya ada
pembagian peran. Peran-peran tersebut adalah bully, asisten bully, reinfocer,
defender, dan outsider.
- Bully yaitu siswa yang dikategorikan sebagai pemimpin, berinisiatif danaktif terlibat bullying.
- Asisten bully juga terlibat aktif dalam perilaku bullying, namun ia cenderung bergantung atau mengikuti perintah bully
- Rinfocer adalah mereka ketika kejadian bully terjadi, ikut menyaksikan,menertawakan korban, memprofokasi bully, mengajak siswa lain untukmenonton dan sebagainya.
- Defender adalah orang-orang yang berusaha membela dan membantu korban, sering kali akhirnya mereka menjadi korban juga
- Outsider adalah orang-orang yang tahu bahwa hal itu terjadi, namun tidak melakukan apapun, seolah-olah tidak peduli.
§ Dampak bullying bagi korban:
1.
Susah makan
atau malas makan, karena ketakutan dan cemas
2.
Sakit fisik
jika sampai menggunakan kekerasan
3.
Kesal dan
marah karena tidak bisa membalas
4.
Malu dan
kecewa pada diri sendiri karena hanya bisa membiarkannya
5.
Rendahnya
kepercayaan diri/minder
6.
Pemalu dan
penyendiri
7.
Merosotnya
prestasi akademik
8.
Merasa
terisolasi dalam pergaulan
9.
Depresi yang
menyebabkan terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri
Bagaiman
acara menghadapi pembully?
Permasalahan utama bullying adalah korban
bullying tidak berani bercerita kepada orangtua, guru, dan orang lain yang
lebih dewasa, karena takut dibilang penakut, takut di bilang tukang ngadu, atau
malah takut di salahkan, cara menghadapi pembully adalah:
·
Jika kamu
adalah korban, segera lapor dan cerita kepada orang tua. Harus berani! karena
ini akan membuat kamu terbebas dari dampak yang sudah dituliskan di atas!
Jika kamu memiliki teman yang
dibully, tolong dan bantu dia.
Bagaimana cara membantu korban bullying?
Bagaimana cara membantu korban bullying?
- Kamu harus berani berbicara langsung kepada guru juga orang tuanya agar menegur pelaku, ini cara mencegah bullying kepada anak yang lain juga.
- Jika kamu tidak berani karena diancam, kamu bisa menceritakan juga kepada orang tuamu, agar kemudian dapat memberitahukan kepada Ibu/Bapak guru atau orang tua temanmu.
Solusi
yang Dapat Dilakukan
Usaha
yang dapat dilakukan untuk mengatasi bullying dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Usaha
Preventif (pencegahan)
Usaha tersebut bisa berupa preventif (pencegahan) tetapi juga bisa
dengan membuat para pelaku bullying tidak akan melakukan bullying lagi kepada
siapapun. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah penting, karena anak yang
biasanya terlibat dalam masalah seperti ini adalah mereka kurang mendapat
perhatian dari orang tua mereka dan berasal dari keluarga yang retak
keharmonisannya (broken home). Usaha preventif yang bisa kita lakukan adalah
menanamkan sejak dini kepada anak bahwa kita semua saling bersaudara dan harus
saling mencintai antar sesama, memberikan nilai-nilai keagamaan kepada anak,
sehingga anak akan berpikir bahwa jika menyakiti orang lain pasti akan
mendapatkan dosa. Orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak, agar anak
tidak salah dalam bergaul dan salah dalam berteman, karena pengaruh teman
sebaya sangat besar dalam perkembangan diri seorang individu. Selain itu orang
tua juga harus mengawasi apa yang ditonton oleh anak ketika menonton televisi,
karena tayangan televisi saat ini justru banyak menampilkan sinetron dengan
adegan-adegan yang tidak patut untuk dilihat oleh anak, cenderung menampilkan
pergaulan yang bebas, kehidupan yang serba mewah, bahasa yang dipergunakan pun
cenderung alay, dan terkadang banyak sinetron yang menampilkan
adegan-adegan anak yang sering membantah nasihat dari orang tua mereka.
2.
Kuratif
Sedangkan untuk mengatasi tindakan bullying yang sudah terlanjur
terjadi adalah dengan memberikan treatment kepada anak yang bersangkutan,
dan bagi anak yang beresiko menjadi korban bullying, hal-hal yang perlu
diperhatikan agar tidak menjadi korban bullying antara lain:
a.
Jangan
membawa barang-barang mahal atau uang berlebihan.
b.
Jangan
sendirian, karena pelaku bullying akan melihat anak yang menyendiri sebagai
mangsa yang potensial.
c.
Jangan
mencari gara-gara dengan pelaku bullying, dan jika terperangkap dalam situasi
bullying maka percaya dirilah. Jangan sampai terlihat lemah dan ketakutan.
Serta harus berani melapor kepada guru atau orangtua.
Sumber :
http://www.academia.edu/10078242/BULLYING_faktor-faktor_penyebab_bullying_dan_solusi_mengatasi_bullying
https://www.penuliscilik.com/penyebab-dan-dampak-bullying-di-sekolah/

Komentar
Posting Komentar